Sunday, June 2, 2013

Si Pemikat Hati


Jangan bilang tak suka terong jika belum pernah makan terong. Jangan bilang anti ini itu jika belum tahu rasanya betul. Coba saja kenalan dulu, pelan pelan bakal kaurasa candunya menjalar-jalar. Ha!



Seperti yang satu ini. Coba lihat saja saat musik dan panggung mulai digoyang. Telinga mana yang tak terpikat penasaran. Mata mana yang tak menganga pingin lihat. Mungkin saat itu kamu, jika diterjemahkan dengan gelagat sinema elektronik: ini adalah momen ketika rambut si wanita berkibar kibar dan menebar ekstase untuk si lelaki dengan dentuman cihui musik aduhai. Ha!

Hingar bingarnya bisa jadi serupa deskripsi simbah di enampuluhan saat orang orang tertawa gembira sekali dengan tari genjer genjer. Tapi hiburan rakyat yang ini tidak serumit tari genjer, karena politik sekarang sudah remeh. Jadi tidak perlu mengait-ngaitkan hiburan ini dengan sebuah manifestasi politik kiri-kanan atau keribetan lainnya. Cukup nikmati saja dengan bersahaja, atau ikut goyang jika kau mau.

Jangan melulu kau lihat biduannya. Sebentar - sebentar coba kau dengarkan liriknya, maka kau akan tersenyum geli. Pelipur lara, penghapus angkara, obat luka dunia. Tabik! :)

*gambar dari hot.detik.com

Saturday, April 20, 2013

Nuestra Familia


Jika kamu bertanya kapan dunia dalam keadaan baik-baik saja, kamu pasti pernah mengalaminya. Tapi jangan bayangkan pada saat kanal kanal media massa kamu di hiasi program kelompencapir. Atau era sembako murah berkat bapak jenderal, sehingga rame rame pasang stiker : "piye kabare.. ijeh penak jamanku to?"

Jangan terlalu rumit, yang bersahaja saja. Bayangkan saja saat dulu kamu tertawa puas menang adu gundu.  

Atau ngikik congkak setelah merebut mainan kakakmu.

Atau saat vakansi bersama di akhir minggu.
      
Saling cemburu dan marah itu hal biasa jika kamu bukan palestina yang semakin dipaksa mengerdil. Karena jika kakakmu dibelikan sepatu, kamu harus minta lebih dari crocs yang menghegemoni kaki kaki para remaja.

Bukan trio apapun, cuma tiga bersaudara.
Lalu kamu semakin membesar dan kamu semakin berteman akrab dengan realitas. Bapak Ibumu sudah tak mampu berbohong lagi mengenai duniamu yang dulu diceritakannya dalam keadaan baik baik saja agar kamu bebas memiliki harapan. 

Tapi satu hal yang sejak lahirmu mereka selalu jujur, bahwa keluarga tetap akan selamanya keluarga.


Friday, March 29, 2013

Random Headshot

Apa yang kamu butuhkan hanyalah lebih banyak berkegiatan. 
Kamu begitu paham dalam diammu pikiranmu tak bisa kau hentikan. Bahkan banyak lagu yang kau imani tak juga membuatmu tenang dalam diam. Dia memetakanmu pikiran baru untuk kamu lari didalamnya. Apalagi saat hujan yang sekeras ini. Seharusnya kamu menikmatnya: suaranya, bau tanahnya. Melupakan selokan depan rumah yang barang tentu meluap disumbati sampah. Jalan tanpa pengeras disamping rumah yang bakal liat dan brengsek jika dilewati setelah dan setelahnya. Garasi yang masih juga bocor. Tapi lagi lagi kamu dibawa gaspol dalam balap liar pikiranmu. Ah, apa yang kamu butuhkan hanyalah lebih banyak berkegiatan. Sibuk tak penting tak apa karena yang kamu butuhkan hanyalah lebih banyak berkegiatan. 
Membuat semua sesederhana yang seharusnya, sebelum dirumitkan lagi dengan definisi abc sampai z yang lahir dipikiranmu.